Penerimaan Nasabah Baru

Calon Nasabah yang dikenalkan  oleh Marketing kepada atau secara langsung berhubungan dengan Wakil Pialang Berjangka untuk melakukan investasi dibidang Perdagangan Berjangka. Hal yang perlu diperhatikan adalah marketing wajib ditemani dan dipantau oleh WP-nya, serta dilarang menjanjikan keuntungan atau pendapatan tetap apalagi tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan dalam kegiatan perdagangan berjangka komoditi.

Marketing / Wakil Pialang wajib mengetahui keadaan Calon Nasabahnya, meliputi : Profile ,Keadaan keuangan, pengetahuan dibidang perdagangan Foreign Exchange dan Index saham, serta perdagangan Berjangka komoditi (Know Your Customer / KYC).

Marketing /Wakil Pialangnya memberikan Formulir Isian Application New Client kepada Calon Nasabah untuk diisi oleh Calon Nasabah sesuai dengan keadaan dan data yang sebenar-benarnya.

Calon Nasabah mengisi formulir isian dengan benar serta menandatanganinya, tidak lupa mencantumkan waktu pengisiannya.Formulir isian yang telah diisi dan ditandatangani oleh Calon Nasabah tersebut diberikan kepada Marketing dan Wakil Pialangnya untuk diperiksa.

Selanjutnya, Formulir Isian tersebut oleh dikirimkan kepada divisi Accounting dan Compliance. Accounting dan Compliance menerima kemudian melakukan pemeriksaan, melalui tahap kelengkapan data dan pemeriksaan data calon nasabah, apakah memenuhi kriteria sebagai nasabah dalam Perdagangan Berjangka Komoditi.

Wakil Pialang menyampaikan  permohonan kepada Divisi Dealing untuk dibuatkan Demo Account untuk simulasi perdagangan berjangka bagi Calon Nasabah bersangkutan.

Setelah Calon Nasabah melakukan simulasi melalui Platform Trading System PT CCAM Berjangka Futures, selanjutnya Calon Nasabah menghubungi Wakil Pialang untuk melakukan Penandatanganan Dokumen Pembukaan Rekening Nasabah. Yang berhak menyampaikan Dokumen Pembukaan Rekening Nasabah adalah Wakil Pialang perusahaan PT CCAM Berjangka Indonesia, Dokumen Pembukaan Rekening Nasabah dibuat dalam rangkap 2 (dua).

Wakil Pialang  meminta dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam Perjanjian sesuai dengan peraturan PT CCAM Berjangka Indonesia yang berlaku. Wakil Pialang menyampaikan Keterangan Perusahaan PT CCAM Berjangka Indonesia kepada Calon Nasabah.

 

Selanjutnya Wakil Pialang menjelaskan mengenai Pernyataan Adanya Resiko yang tercantum dalam Dokumen Pernyataan Adanya Resiko (DPAR) di dalam Buku Perjanjian (Client Agreement) yang memuat mengenai adanya resiko kerugian yang besar dalam melakukan perdagangan ini dan kemungkinan keuntungan yang besar juga bila menggunakan cara-cara yang benar.

Wakil Pialang menyampaikan Dokumen Pernyataan Adanya Resiko tersebut kepada Calon Nasabah untuk dibaca, dimengerti dan dipahami maksud dan isinya. Setelah Membaca, mengerti dan memahami maksud dan isi Dokumen Pernyataan Adanya Resiko maka Calon Nasabah wajib menandatangani Dokumen Pernyataan Adanya Resiko tersebut.

Selanjutnya Wakil Pialang menjelaskan Perjanjian Pemberian Amanat yang tercantum dalam Dokumen Perjanjian Pemberian Amanat (DPPA) perusahaan pialang berjangka, yang memuat antara lain Hak dan Kewajiban Nasabah dalam melakukan transaksi. Wakil Pialang menyampaikan Dokumen Perjanjian Pemberian Amanat kepada Calon Nasabah untuk dibaca, dimengerti dan dipahami maksud dan isi Dokumen Perjanjian Pemberian Amanat tersebut.

Apabila Calon Nasabah telah membaca, mengerti dan memahami maksud dan isi Dokumen Perjanjian Pemberian Amanat, maka Calon Nasabah menandatanganinya. Perjanjian Pemberian Amanat yang telah ditandatangani oleh Calon Nasabah tersebut juga ditandatangani oleh Wakil Pialang.

Setelah di tandatangani oleh Calon Nasabah, Wakil Pialang menyerahkan Buku Perjanjian/Client Agreement yang dibuat dalam rangkap 2 (dua) tersebut kepada Direksi PT CCAM Berjangka Indonesia untuk ditandatangani khususnya pada Dokumen Perjanjian Pemberian Amanat.

Setelah Buku Perjanjian/Client Agreement telah ditandatangani oleh Direktur PT CCAM Berjangka Indonesia. Wakil Pialang  memeriksa kelengkapan data dan wajib dilengkapi oleh Calon Nasabahnya.

Selanjutnya Wakil Pialang meyerahkan Buku Perjanjian/Client Agreement yang dibuat dalam rangkap 2 (dua) beserta dengan dokumen pelengkapnya kepada Accounting dan Compliance untuk diperiksa dan diarsip. Dan kemudian menyerahkan satu dari buku tersebut kepada Calon Nasabah untuk disimpan.

Accounting membuka Rekening Terpisah untuk Calon Nasabah. Calon Nasabah kemudian mendepositokan sejumlah dana untuk margin pada nomor Rekening Terpisah ( Segregate Account ) pada bank yang ditunjuk PT CCAM Berjangka Indonesia.

Kemudian Calon Nasabah menyerahkan bukti setor kepada Accounting untuk diperiksa dan dilakukan konfirmasi dengan pihak Bank terkait. Kemudian Bukti Setor tersebut diinput dalam laporan Accounting dan diarsip.

Accounting juga menyerahkan copy Bukti Setor kepada Settlement, Dealing serta Compliance untuk diperiksa dan diarsip. Accounting menyampaikan Kode Nomor Rekening dan Nomor Kode Transaksi kepada Calon Nasabah. Kode Nomor Rekening Calon Nasabah juga disampaikan kepada Settlement yang kemudian menginput Balance Account Nasabah dalam sistem dan diarsip.

Divisi Dealing melakukan Konfirmasi Client dengan Calon Nasabah melalui alat perekam suara. Rekaman suara percakapan disimpan oleh Divisi Dealing. Selanjutnya Dealing memberikan nomor PIN untuk sistem Online Trading. Yang kemudian diganti oleh Calon Nasabah. Nasabah dapat melakukan transaksi menggunakan Nomor Kode Transaksi dan PIN.